Wasekjen PD Sarankan Marissa Berpolitik Santun dan Cerdas

Wasekjen PD Sarankan Marissa Berpolitik Santun dan Cerdas

- detikNews
Rabu, 12 Nov 2008 12:31 WIB
Wasekjen PD Sarankan Marissa Berpolitik Santun dan Cerdas
Jakarta -
Marissa Haque disarankan agar berpolitik dengan santun dan cerdas. Bukan mengedepankan emosi dan prasangka yang tidak beralasan. Saran diberikan Wakil Sekjen Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf.

"Marissa sebagai politisi wanita yang biasa memperjuangkan hak wanita dan mempunyai pendidikan yang tinggi seharusnya bisa berpolitik dengan santun, dan cerdas," kata Nurhayati, Rabu (12/11/2008).

Saran ini disampaikan terkait pernyataan Marissa yang menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berada di balik kekalahannya dalam Pilkada Banten yang akhirnya merembet pada konflik di pengadilan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pengadilan, Marissa yang kalah diwajibkan membayar Rp 500 juta karena telah mencemarkan nama baik Universitas Borobudur dengan menuding institusi pendidikan tersebut telah megeluarkan ijazah palsu untuk Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Menurut Nurhayati, seharusnya Marissa menyadari kalau dunia politik yang digelutinya saat ini tidak sama dengan dunia sinetron yang hanya dalam khayalan saja. Cara berpikir Marissa, kata Nurhayati, juga harus diubah jika ingin menjadi seorang
politisi handal.

Staf ahli Ibu Ani Yudhoyono ini juga mengingatkan, dalam dunia politik kalah atau menang itu hal biasa. Yang terpenting bagaimana menyikapi kekalahan itu bukannya malah terpancing emosi.

"Masak sih Marissa merasa iri dengan cucu presiden, dan mengatakan cucu itu nggak penting," kata caleg PD dari daerah pemilihan Jatim V.

Sebelumnya Marissa telah mengkritisi Presiden SBY saat menantunya, Annisa Pohan, melahirkan. Kala itu pekerja infotainment habis-habisan mengeksposnya.

"Cucunya lahir tanggal 17 Agustus dan itu masuk infotainment. Itu kan lahan kami. Jadi kenapa kami artis nggak boleh jadi politisi. Cucu itu nggak penting," kata Marissa. (/iy)


Berita Terkait