Kebangkitan Bangsa (FKB) DPR RI. Keluarga korban meminta FKB mengawal jalannya Pansus Orang Hilang yang diaktifkan lagi oleh DPR.
"Kami mengharapkan FKB sebagai bagian dari Pansus mewakili kami
menyelesaikan kasus ini," kata Ketua IKOHI, Mugiyanto, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, (12/11/2008).
Keluarga korban yang hadir antara lain ibunda aktivis PDI Yani Afrie, Tuti Koto, dan ayahanda aktivis PRD Petrus Bima Anugrah, Utomo. Mereka diterima oleh Ketua FKB Effendi Choirie dan anggota Pansus dari FKB Masduki Baidowi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menuntut. Namun, kami datang dengan membawa hati nurani dan menyampaikan aspirasi," kata Utomo yang datang dari Malang untuk pertemuan ini.
IKOHI mengaku khawatir Pansus digunakan sebagai komoditas politik oleh Parpol untuk kepentingan Pemilu 2009.
"Kami menyadari bahwa DPR adalah lembaga politik. Namun kepentingan
penyelesaian kasus adalah hal yang utama," tegas Mugiyanto.
Merespon aspirasi tersebut, FKB pun berjanji akan memperjuangkan aspirasi
IKOHI semaksimal mungkin lewat perwakilan anggotanya di Pansus.
"Ini menjadi perhatian dan keberpihakan kami untuk memperjuangkan aspirasi lewat mekanisme-mekanisme di DPR," kata Effendi.
Pria yang akrab disapa Gus Choi meminta IKOHI perlu menyadari posisi FKB yang tidak dominan sebab hanya terdapat 5 anggota FKB dari 5O jumlah anggota Pansus.
"Kalau terjadi voting ya fraksi besar yang menentukan," cetus dia.
Berikut nama-nama korban penghilangan aktivis secara paksa 1997-1998: Yani Afrie, Sonny, Herman Hendrawan, Dedi Hamdun, Noval Alkatiri, Ismail, Suyat, Petrus Bima Anugrah, Wiji Thukul, Ucok Munandar, Hendra Hambali,Yadin Muhidin, Abdun Naser. (lrn/aan)











































