Tidak hanya sampai di situ, Marissa pada akhirnya menuding Presiden SBY yang berada di balik majunya Raut Atut pada Pilkada Banten. Padahal, menurut Marissa Ratut Atut tidak layak maju karena bermodal ijazah palsu.
Pihak Istana pun membantah tudingan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andi justru keheranan dengan tudingan Marissa. Dia tidak melihat ada kaitan antara kekalahan Marissa dengan Presiden SBY sebagaimana ditudingkan Marissa.
Namun jika memang Marissa bertekad melakukan aksi demonstrasi di depan Istana seperti diungkapkannya, Andi mempersilakan saja. Seperti Pilkada, demo di depan Istana juga merupakan hak setiap warga negara asal dilakukan dengan cara-cara yang benar.
"Sehari tiga kali demo di depan Istana. Biasa saja," ujarnya santai. (sho/gah)











































