Warga Keberatan dengan Larangan Bus Lewati depan UKI Cawang

Warga Keberatan dengan Larangan Bus Lewati depan UKI Cawang

- detikNews
Rabu, 12 Nov 2008 04:18 WIB
Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta dalam waktu dekat berencana melarang bus jurusan Bogor-Bekasi/Karawang/Cikarang melewati depan kampus UKI Cawang. Warga keberatan dengan kebijakan tersebut. Mereka pun mengadu kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

"Masyarakat keberatan atas kebijakan pengalihan bahkan pelarangan rute bus melewati jalur depan UKI Cawang," kata Kepala Bidang Advokasi LBH Jakarta Hermawanto dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (11/11/2008).

Menurut Hermawanto, ada dua alasan mengapa warga keberatan dengan kebijakan tersebut. Pertama, bagi warga Bogor, jika tidak boleh turun di depan UKI dan harus turun di terminal Kampung Rambutan, biaya yang mereka keluarkan akan lebih mahal. Selain itu waktu tempuhnya juga lebih lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua, jika mereka harus turun di terminal Kampung Rambutan, itu artinya mereka harus melanjutkan dengan naik bus transjakarta jurusan Senen atau Kampung Melayau. Dengan kondisi bus transjakarta yang memprihatinkan, ujar Hermawanto, hal itu jelas akan menyulitkan dan menimbulkan ketidaknyamanan.

Memperoleh aduan dari masyarakat itu, LBH Jakarta mendesak Dishub DKI untuk mengkaji ulang rencana penerapan kebijakan tersebut.

"Hal ini penting untuk memastikan kebijakan transportasi memenuhi kebutuhan, kemampuan, dan kemauan masyarakat," terang Hermawanto.

Jika alasan di balik kebijakan tersebut adalah untuk mengatasi kemacetan, lanjutnya, maka solusinya cukup dengan menertibkan jalanan yang macet dan memaksimalkan peran polisi lalu lintas.

"Bukan dengan pengalihan jalur yang memberatkan konsumen angkutan umum," tandasnya.

Secara lebih umum, LBH Jakarta juga mendesak Dishub DKI melakukan kajian yang menyeluruh atas kebijakan transportasi di Jakarta. Tujuannya adalah agar kebijakan transportasi tersebut berpihak kepada masyarakat pengguna angkutan umum. (sho/sho)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini