Udara Kotor Picu Kejahatan, Perlu Tabung Udara di Terminal

Udara Kotor Picu Kejahatan, Perlu Tabung Udara di Terminal

- detikNews
Rabu, 12 Nov 2008 01:05 WIB
Jakarta - Kondisi udara yang buruk membuat orang gampang tersulut emosinya. Akibatnya, perbuatan jahat tak ragu dia lakukan. Untuk mengatasinya, perlu dipasang tabung udara di terminal-terminal.

”Contohnya Ryan dan kasus mutilasi-mutilasi lain. Kenapa mereka begitu? Karena biasa menghirup udara yang nggak bagus. Makanya kalau di terminal orang gampang mengeluarkan kata-kata kasar,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhayar Rustamuddin di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2008).

Untuk mengatasinya hal tersebut, Muhayar mengusulkan agar di terminal-terminal dipasang tabung yang berisi udara segar. Orang bisa menghirup udara segar dari tabung tersebut dengan cara memasukkan koin. Udara segar itu akan membuat orang mampu menjaga gejolak emosinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

”Supaya warga nggak tawuran misalnya, pasang tabung udara di terminal-terminal. Nanti masukkan koin lalu bisa dihirup, kan segar. Seperti artis-artis, kalau artis kan sering juga disemprot,” ujarnya sambil memberikan contoh.

Menurut Muhayar, dirinya telah mengusulkan pemasangan tabung udara itu sejak lama, tepatnya lima tahun lalu. Muhayar berpikir, karena primadona pendapatan DKI berasal dari pajak Buku Pemilik Kendaran Bermotor (BPKB), maka uangnya juga harus kembali ke pengendara dengan cara digunakan untuk menangani polusi.

”Jadi gini, primadona pendapatan DKI kan dari BPKB. Nah sudah seharusnya duit BPKB itu balik lagi untuk menangani polusi,” terangnya.

”Duitnya gede, tapi polusinya juga gede. Makanya duitnya dipakai untuk meningkatkan kualitas udara Jakarta,” lanjutnya.

(alf/sho)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads