”Contohnya Ryan dan kasus mutilasi-mutilasi lain. Kenapa mereka begitu? Karena biasa menghirup udara yang nggak bagus. Makanya kalau di terminal orang gampang mengeluarkan kata-kata kasar,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhayar Rustamuddin di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2008).
Untuk mengatasinya hal tersebut, Muhayar mengusulkan agar di terminal-terminal dipasang tabung yang berisi udara segar. Orang bisa menghirup udara segar dari tabung tersebut dengan cara memasukkan koin. Udara segar itu akan membuat orang mampu menjaga gejolak emosinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Muhayar, dirinya telah mengusulkan pemasangan tabung udara itu sejak lama, tepatnya lima tahun lalu. Muhayar berpikir, karena primadona pendapatan DKI berasal dari pajak Buku Pemilik Kendaran Bermotor (BPKB), maka uangnya juga harus kembali ke pengendara dengan cara digunakan untuk menangani polusi.
”Jadi gini, primadona pendapatan DKI kan dari BPKB. Nah sudah seharusnya duit BPKB itu balik lagi untuk menangani polusi,” terangnya.
”Duitnya gede, tapi polusinya juga gede. Makanya duitnya dipakai untuk meningkatkan kualitas udara Jakarta,” lanjutnya.
(alf/sho)











































