”Itu karena DKI nggak punya pengelolaan limbah secara umum,” kata Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Muhayar Rustamuddin usai rapat dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Selasa (11/11/2008).
”Kalau mau jujur, DKI nggak punya kemampuan pengendalian terhadap air dan sumber daya air. Kenapa? Karena air limbah itu semuanya bermuara ke sungai,” lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
”Hujan tiga jam di Depok, Ciliwung bisa banjir. Ditambah Bogor, wah bisa kelelep. Itu karena Jakarta nggak punya pengendalian terhadap air larian,” tandasnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, menurut Muhayar, Pemrov DKI harus menerapkan prinsip one plan one management.
”Ya one plan one management dalam pengelolaan. Contohnya Belanda, walaupun dia di bawah permukaan laut tapi dia nggak kebanjiran, Itu karena one plan one management itu,” tegasnya.
DI DKI, ujarnya, prinsip one plan one management ini tidak diterapkan. “Kalau kita nggak ada. Contohnya air limbah. Dikelola Dinas Pekerjaan Umum (PU) dikelola Dinas Kebersihan juga. Jadi nggak ada satu manajemen," terangnya.
Sambil bernostalgia, Muhayar yang mengenakan jas abu-abu itu terkenang akan indahnya sungai di Jakarta tempo dulu. ”Tahun 80-an orang masih bisa ngebak. Sekarang mana bisa? Gatel,” ungkapnya sambil tertawa.
(alf/sho)











































