"Kalau memang benar-benar terbukti itu tidak benar, saya berani dan siap dipenjarakan karena saya merasa benar. Ini berujung pada pemberian izin presiden karena yang saya temui itu dari semua kasus berujung pada izin presiden," katanya kepada detikcom di kediamannya di daerah Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa (11/11/2008).
Universitas Borobudur menggugat Marissa karena dianggap mencemarkan nama baik institusi pendidikan itu. Kasus ini dimulai saat Marissa mengadukan Gubernur Banten Ratu Atut Choisiyah maju dalam Pilkada dengan bermodal ijazah palsu dari Universitas Borobudur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tudingan Marissa kepada orang nomor satu di Indonesia itu karena, menurut Marissa, Presiden lah yang mengeluarkan izin agar Atut bisa ikut Pilkada dan akhirnya menang. Karena ketidakpuasan itu lah Marissa berencana mengajukan protes.
"Saya dengan teman-teman artis lainnya akan berdemo dengan memakai kalung mutiara berdandan menor memakai payung di depan istana saya akan bawa spanduk. Ini penekanan saya terhadap presiden," tegasnya.
Marissa juga mengkritisi Presiden SBY saat menantunya, Annisa Pohan, melahirkan. Kala itu
pekerja infotainment habis-habisan mengeksposnya.
"Cucunya lahir tanggal 17 agustus dan itu masuk infotainment. Itu kan lahan kami. Jadi kenapa kami artis nggak boleh jadi politisi. Cucu itu nggak penting," tandasnya.
(gah/ndr)










































