Demikian disampaikan gubernur Sumbar, Gamawan Fauzi, dalam laporannya kepada Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono melalui teleconference di ruang Crisis Centre Satkorlak Penanggulangan Bencana Sumbar, Selasa (11/11/2008). Dikatakan, satu unit perangkat sirene peringatan dini tsunami yang terpasang di Kabupaten Padang Pariaman mengalami kerusakan setelah disambar petir beberapa waktu lalu.
Menurut Gamawan, selain perangkat yang rusak di Padang Pariaman, sirene peringatan dini tsunami di Sumbar juga telah terpasang di Painan (Kabupaten Pesisir Selatan), GOR H. Agus Salim (Kota Padang), Kota Pariaman, Tiku (Kabupaten Agam), dan Sasak (Kabupaten Pasaman Barat).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain enam sirene yang teknologinya didukung pemerintah Perancis, menurut Gamawan, Sumbar juga sudah memiliki alat pemantau ketinggian air laut dan alat pengukur intensitas gempa yang telah berfungsi sejak Maret lalu. Selain itu, lanjutnya, Sumbar sudah menyiapkan Perda Penanggulangan Bencana yang organisasinya akan segera dibentuk dan dipimpin oleh pejabat eselon II.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY meresmikan operasional Ina Tews (Indonesian Tsunami Early Warning System) dari kantor BMG, Kemayoran, Jakarta Pusat. (yon/djo)











































