Aksi penyanderaan kapal Gran Cauva yang berlabuh di laut Dumai akhirnya berbuntut panjang. Selasa (11/11/2008) sekitar pukul 13.10 WIB, puluhan polisi air Polresta Dumai menurunkan anggotanya dengan menggunakan kapal patroli. Kapal patroli air milik Polresta Dumai ini kemudian merapat ke kapal Gran Cauva.
Di sana satu aktivis Greenpeace bernama Andol, warga negara Indonesia, tengah melakukan aksi gantung diri di jangkar kapal. Aksi mereka ini membuat kapal pengangkut CPO tujuan Eropa itu tidak bisa bergerak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teman kita saat ini dibawa di markas polisi air Polresta Dumai. Sudah satu jam teman kita diinterogasi pihak kepolisian. Sampai saat ini polisi masih menahan rekan kita," kata Zulfahmi juru bicara Greenpeace Asia Tenggara dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (11/11/2008).
Menurut Zulfahmi, setelah rekannya ditangkap, puluhan personel Polresta Dumai, pihaknya langsung melakukan negosiasi. Namun pihak kepolisian terus memaksa satu anggota Greenpeace untuk dibawa ke kantor polisi.
"Begitu diturunkan paksa dari jangkar, polisi langsung membawanya dengan kapal patroli. Dari sana rekan kita langsung diamankan di kantor polisi air," kata Zul.
Sebagaimana diketahui, sejak kemarin, para aktivis melakukan aksi penyanderaan kapal berbendera China itu. Caranya secara bergantian para aktivis menggantungkan dirinya di rantai jangkar. Akibatnya kapal tersebut tidak bisa bergerak. (cha/asy)











































