KY: Peradilan Masih Mencerminkan Potret Kumuh

KY: Peradilan Masih Mencerminkan Potret Kumuh

- detikNews
Selasa, 11 Nov 2008 14:16 WIB
Jakarta - Maraknya praktek korupsi di kalangan birokrasi Indonesia, tidak terlepas dari peran hakim sebagai ujung tombak peradilan. Dalam fakta di lapangan, rupanya masih banyak hakim yang mencoreng peradilan di Indonesia karena melakukan penjualan hukum.

"Potret peradilan di Indonesia masih mencerminkan potret kumuh dibandingkan mencerminkan potret kesejukan," kata Ketua Komisi Yudisial Busyro Muqoddas.

Hal tersebut ia ungkapkan dalam diskusi bertajuk 'Mewujudkan Birokrasi Anti Korupsi' di Universitas Paramadina, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (11/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Busyro, ada 3 modus hakim dalam melakukan praktek penjualan hukum. Pertama, dengan cara menunda persidangan. Kedua, dengan memanipulasi fakta hukum.

"Yang terakhir adalah dengan melakukan doktrin-doktrin hukum salah," kata Busyro.

Untuk mencegahnya, kata Busyro perlu dilakukan pengawasan oleh masyarakat langsung. Hal ini bisa dilakukan dengan mengawasi para hakim dari lingkungannya di rumah.

"Investigasi dapat dilakukan dengan civil society melalui jejaring kami untuk melihat para calon hakim agung dari daerah, ada korelasi kesolehan di rumah dengan di tempat kerja," jelasnya.

(mad/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads