"Kapal Gran Cauva tidak bisa bergerak karena teman kami masih menggantungkan dirinya di jangkar kapal," kata Nabiha salah satu aktivis Greenpeace saat dihubungi detikcom, Selasa (11/11/2008).
Menurut Nabiha salah satu aktivis wanita di Greenpeace itu, bahwa aksi menggantungkan diri di jangkar kapal itu sudah dilakukan sejak kemarin. Di jangkar kapal katanya, satu orang aktivis mengingkatkan dirinya di rantai jangkar. Namun aksi inidilakukan secara bergantian dalam waktu dua jam sekali.
"Kita silih berganti melakukan gantung diri di jangkar. Kalau seharian menggantung di sana, kita juga tidak kuat. Makanya kita silih berganti dalam hitungan dua jam. Sampai sekarang rekan kita masih menggantung di rantai jangkar," kata Nabiha.
Posisi kapal Gran Cauva sendiri tidak bersandar di pelabuhan Pelindi Dumai. Namun kapal yang baru mengisi CPO dari Group Willmar membuang jangkarnya beberapa ratus meter dari pelabuhan.
"Posisi kapal Gran Cauva agak jauh dari bibir pelabuhan. Namun saya tidak tahu pasti berapa jaraknya. Tapi kapal itu masih kelihatan dari pelabuhan," terang Nabiha.
Kapal tersebut masih disandera para aktivis lingkungan terbesar di dunia itu. Para aktivis sejak kemarin melakukan aksi protes terhadap lingkungan Indonesia dianggap hancur oleh lajunya pembukaan perkebunan sawit dan pembukaan lahan gambut untuk kepentingan pabrik bubur kertas di Riau. (cha/djo)











































