"Tanpa harus ditarik kan punya jadwal akhir penayangannya. Konteksnya kan Hari Pahlawan. Hari ini terakhir, iklan itu ditayangkan pada 9,10 dan 11 November," kata Ketua FPKS DPR Mahfudz Sidiq kepada detikcom, Selasa (11/10/2008).
Mahfudz mengaku menerima kritikan maupun dukungan dari konstituennya atas iklan Soeharto tersebut lewat SMS dan telepon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mahfudz, pesan iklan tersebut ingin mengingatkan bahwa 10 tahun reformasi, Bangsa Indonesia disibukkan oleh konflik antarelit, generasi muda lupa pada tokoh bangsa, dan pemikirannya.
"Saatnya merajut integrasi bangsa dengan melihat sisi positif. Manusia tidak ada yang sempurna. Ketidaksukaan kita terhadap seseorang jangan menjadikan kita berlaku tidak adil. Kalau gelar kepahlawanan wewenang presiden," ujarnya.
Ingin berdiskusi mengenai Soeharto? Ikuti Pro dan Kontra! (aan/nrl)











































