"Kita tetap akan pertahankan (iklan Soeharto). Iklan ini berangkat dari satu desain kita melakukan komunikasi politik tentang kepahlawanan yang dirancang Oktober 2008. Jadi kalau ada tuduhan PKS jualan figur itu tidak benar," papar Ketua Bidang Media PKS Fahri Hamzah kepada detikcom, Selasa (11/11/2008) pukul 10.00 WIB.
Lewat iklan itu, menurut dia, PKS hanya ingin menyampaikan pesan agar bangsa Indonesia bersatu, berhenti bertikai, dan gigih membangun bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan dia, pertimbangan memasang gambar mendiang penguasa Orba ini karena dinilai memiliki jasa dalam membangun bangsa Indonesia.
"Kata sejarahwan, pahlawan itu ada arti formil konstitusional, diberi gelar oleh presiden. Tetapi, ada pahlawan yang berjasa untuk bangsa. Kalau debat jasa Soeharto, menurut saya ada jasanya. Salah satunya, saat mengambil alih pemerintahan dan mencetuskan Repelita. 10 Tahun pemerintahan Soeharto, tidak ada yang mencela," beber anggota DPR ini.
"Kalau kesalahan, dia kan manusia dan setiap orang punya kesalahan. Walau dia sudah meninggal ada yang baik untuk kita. Yang jelek yang dibuang dan jangan ditiru," lanjut dia.
Ketika ditanya apakah tidak khawatir akan berdampak bagi suara PKS di Pemilu 2008, Fahri menjawab suara PKS tidak akan ada penurunan.
"Kita percaya diri. Kita mengandalkan kekuatan partai dan struktur. Kita ingin bangsa menjadi baik. Yang ribut-ribut itu kan yang pernah mencari makan sama Soeharto. Yang sok suci," kata Fahri. (aan/nrl)










































