"Untuk instansi, yang paling tahu adanya korupsi adalah karyawannya sendiri," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, Haryono Umar usai launching WBS di Graha Niaga, Jl Jendral Sudirman, Jakarta, Senin.
Haryono juga menyentil tidak adanya laporan departemen tentang dugaan korupsi yang masuk ke KPK. Padahal, dari sekitar 30.000 jumlah laporan yang diterima KPK, sebagian besar berasal dari masyarakat.
"KPK ingin bukan masyarakat yang lapor tapi direktoratnya," tegasnya.
Hanya saja Haryono menyayangkan penerapan sistem WBS bukanlah keharusan bagi semua instansi untuk mengikutinya.
"Tapi kalo bukan mandatori nanti ogah-ogahan," kata Haryono.
Harapan Haryono, dengan keberadaan sistem ini lembaga pengawasan internal di sebuah akan bisa ditingkatkan.
"Posisi Irjen juga akan lebih termotifasi dengan adanya ini," pungkasnya. (mok/rdf)











































