tokoh calon pemimpin, termasuk calon presiden pada pemilihan umum (Pemilu) 2009. PKB juga akan melakukan meminta masukan dari daerah, siapa figur yang cocok menjadi capres.
Pencarian atau rekruitmen tokoh yang bakal menjadi pemimpin nasional ini akan dilakukan melalui Simposium dan Rapat Kerja Nasional PKB di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (12/11/2008) besok selama satu hari.
"Kita lihat besok, apa metodenya dan siapanya (tokoh). Tentunya DPP akan membahas apa yang berkembang dari wilayah atau daerah untuk merekrutmen calon pemimpin dari bawah," kata Direktur Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB yang juga salah satu Ketua DPP PKB Abdul Karding dalam jumpa persnya di kantornya, Jl Sukabumi, Menteng, Jakarta, Senin (10/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semantara itu, Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan Amir Mahmud menyampaikan, dalam simposium nasional dan rakernas akan dibahas mengenai metode konvensi. Yang jelas, konvensi ini akan dilakukan arus bawah terlebih dahulu, bukan dari tingkat DPP.
"Kita tidak ingin seperti parpol lainnya, di mana DPP yang dominan menentukan metode konvensi. Kita ingin ini dari bawah dulu," ujarnya.
Pendapat senada juga diutarakan Ketua DPW PKB DKI Jakarta Zaenal Arifin Naim bahwa konvensi harus dari bawah atau daerah dulu. Permintaan dilakukannya konvensi di tingkat daerah dan menyerap aspirasi rakyat ini merupakan hasil konsolidasi partai ke tingkat daerah.
"Kita di DPW dan DPC Jakarta, menginginkan sesuai dengan aspirasi rakyat untuk memunculkan orang muda, walau tidak menutup kemungkinan memunculkan orang tua, tapi lebih mengutamakan orang muda," tegasnya.
Tentu saja, lanjut Zaenal, bagi PKB tentunya tokoh muda yang dimaksudkan adalah Ketua Umum DPP PKB sendiri, yaitu Muhaimin Iskandar.
"Itu suara parpol yang mayoritas partainya anak muda maka tokoh muda harus tampil," tandasnya.
(zal/rdf)











































