"Betul ada upaya penipuan terhadap para jamaah, pelakunya itu, Mukimin (sebutan bagi warga Indonesia yang bermukim di Madinah) yang memakai seragam jemaah haji Indonesia, tapi akhirnya tertangkap," kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Ahmad Kartono pada wartawan di Madinah, Senin (10/11/2008).
Menurut Pria asal Tegal ini, orang yang di duga penipu yang terpantau saat akan beraksi itu adalah Mohamad Kholik (38) dengan Kafil Abdul Mahdi dan Nomor Iqomah 2166823605. Meski belum melakukan aksinya, Kholik yang tertangkap petugas berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, pihaknya memang berupaya maksimal melindungi jemaah haji Indonesia dengan menempatkan petugas pengamanan di setiap sektor. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga rasa aman dan nyaman para jamaah yang melaksanakan ibadah.
"Untuk antisipasi, kami sudah memerintahkan kepada setiap petugas untuk turun dan memantau orang-orang yang dicurigai, tapi kami juga mengedarkan selebaran imbauan ke setiap sektor," katanya.
Jamaah Haji Kecopetan
Sementara itu, Sukartono juga menjelaskan bahwa ada salah seorang jamaah haji yang sial karena uangnya sebesar 1500 real di ambil orang tak dikenal akibat kesasar. Korban dari pencopetan itu adalah jamaah haji asal kloter 11 JKS bernama Sarmidi.
"Ada jamaah haji yang bernama Sarmidi kehilangan uangnya sebesar 1500 real. Modusnya, ketika jamaah haji dalam keadaan binggung, pelaku menawarkan jasa untuk mengantar yang bersangkutan ke sektor 1, lalu bibawa berputar-putar dan diturunkan di tempat sepi,"kata Kartono
Menanggapi munculnya aksi-aksi yang merugikan jamaah, kartono membuat kebijakan untuk memperketat pengamanan terhadap jamaah. salah satunya juga dengan berkordinasi dengan aparat kemamanan setempat.
"Kita terus memperketat, dan berkordinasi dengan aparat setempat. Khusus kasus pencopetan ini, petugas keamanan terus melakukan pencarian. Kami juga menghimbau semua jamaah tetap waspada," pungkasnya. (yid/gun)











































