Mahasiswa USNI Protes Politisasi Penurunan Harga BBM

Mahasiswa USNI Protes Politisasi Penurunan Harga BBM

- detikNews
Senin, 10 Nov 2008 16:54 WIB
Mahasiswa USNI Protes Politisasi Penurunan Harga BBM
Jakarta - Pemerintah akan menurunkan harga premium sebesar Rp 500 dari harga Rp 6.000 pada awal Desember nanti. Kebijakan tersebut dinilai bernuansa politis, karena tidak membawa pengaruh berarti terhadap masyarakat.

Hal ini diteriakkan oleh puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Universitas Setia Negara Indonesia (KAM USNI) dan KAM Jakarta yang menggelar aksi menentang politisasi kebijakan turunnya harga premium.

"Upaya pemerintah menurunkan harga BBM jenis premium yang hanya sekitar Rp 500 merupakan kebijakan politis. Secara otomatis turunnya harga premium tidak akan membawa efek signifikan terhadap taraf kehidupan masyarakat," kata koordinator aksi, Yudi, di depan kampus USNI, Jl Arteri Pondok Indah, Kebayoran Baru, Jaksel, Senin (10/11/2008).

Dalam aksi tersebut, mereka membacakan pernyataan sikap agar SBY-JK lengser dari jabatan presiden dan wapres karena telah memanfaatkan kebijakan tersebut untuk kepentingan politis. Lalu mereka juga meminta agar aset-aset migas di Indonesia diambil oleh pemerintah.

"Kami juga meminta agar rekan-rekan kami yang ditahan sejak tanggal 24 Juni 2008 dibebaskan," kata Yudi

Meskipun diguyur hujan, namun aksi tetap berlanjut. Hingga pukul 16.20 WIB mereka masih semangat berorasi di depan kampus.

"Demi perjuangan, kita tidak akan menyerah," ujar para demonstran.

Sempat terjdi insiden kecil dalam aksi tersebut. Pihak kepolisan sempat mengejar salah seorang mahasiswa yang dianggap provokator aksi bakar ban. Namun mahasiswa itu berhasil melarikan diri karena dilindungi rekan-rekannya.

Aksi ini juga sempat menimbulkan kemacetan di sepanjang jalur Arteri dari arah Permata Hijau. Kemacetan ini sedang ditangani oleh petugas kepolisian setempat. (mad/nrl)


Berita Terkait