Para pengunjuk rasa ini tergabung dalam Organisasi Gabungan Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Sumatera Utara dan Organda Kota Medan.
Ketua Dewan Pimpinan Deerah (DPD) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut Haposan Siallagan mengatakan, jika pemerintah hanya menurunkan harga BBM jenis premium saja, akan menimbulkan ketidakadilan bagi pengguna kendaraan yang menggunakan bahan bakar solar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tuntutan pemilik dan supir ini mendapat tanggapan dari anggota DPRD Sumatera Utara, Mahmudin.
"Aspirasi organda akan kita sampaikan. Kalau Organda merasa tidak adil dengan hanya menurunkan premium, itu beralasan," kata Mahmudin.
Dalam aksinya, ratusan pemilik dan sopir memarkirkan kendaraannya di badan jalan sehingga mengakibatkan terjadi kemacetan parah hingga ke ruas-ruas jalan lainnya.
Aparat kepolisian terpaksa ekstra keras mengatur arus lalu-lintas dan mengalihkan jalur kendaraan ke Jl. Hindu dan Maulana Lubis.
Usai beraksi di gedung DPRD Sumut, pengunjuk rasa kemudian bergerak secara konvoi ke kantor Pertamina Unit Pemasaran (UPMS) I Medan, Jl. Yos Sudarso untuk menyampaikan tuntutan yang sama.
(rul/djo)










































