Obama, dari Baskin Robbins Sampai 'Spider-Man'

Obama, dari Baskin Robbins Sampai 'Spider-Man'

- detikNews
Senin, 10 Nov 2008 12:59 WIB
Obama, dari Baskin Robbins Sampai Spider-Man
Washington - Barack Obama berhasil mengukir sejarah dengan menjadi presiden kulit hitam pertama AS. Mungkin belum banyak yang tahu kalau pemimpin baru AS pernah bekerja di toko es krim Baskin Robbins sewaktu remaja.

Obama juga ternyata penggemar komik. Ayah dua anak itu mengoleksi komik "Spider-Man" dan "Conan the Barbarian".

Ada beberapa fakta menarik lainnya mengenai Obama, seperti diberitakan harian The Telegraph, Senin (10/11/2008). Di antaranya adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Karena keahliannya bermain basket, Obama dijuluki sebagai "O-bomber" oleh teman-teman basketnya sewaktu SMA di Honolulu, Hawaii.
  • Obama seorang kidal: presiden ke-6 AS yang kidal.
  • Dia telah membaca nyaris semua buku Harry Potter
  • Obama pernah makan daging ajing, daging ular dan belalang panggang semasa tinggal di Indonesia.
  • Dia meraih Grammy tahun 2006 untuk versi audio buku karangannya, "Dreams From My Father".
  • Nama Barack berarti "orang yang diberkati" dalam bahasa Swahili
  • Dia memiliki sepasang sarung tangan tinju berwarna merah yang ditandatangani petinju terkenal Muhammad Ali.
  • Dia bisa berbahasa Spanyol
  • Selama berkampanye Obama tidak mau menonton siaran televisi CNN. Dia malah menyetel saluran olahraga.
  • Obama berjanji pada istrinya, Michelle akan berhenti merokok sebelum mencalonkan diri jadi presiden. Janji itu tidak ditepatinya.
  • Dia dan Michelle mengumpulkan pendapatan sebesar US$ 4,2 juta atau sekitar Rp 45,6 miliar tahun 2007 lalu, sebagian besar dari hasil penjualan buku karangannya.
  • Semasa remaja, Obama pernah mengkonsumsi narkoba termasuk mariyuana dan kokain.
  • Obama punya empat pasang kaos kaki warna hitam yang sama.
  • Obama memangkas rambutnya sekali seminggu pada tukang cukur Chicago, Zariff, dengan tarif US$ 21 atau sekitar Rp 228.260.
  • Mendiang ayah kandung Obama adalah seorang ahli ekonomi senior untuk pemerintah Kenya.

(ita/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads