Keduanya akan membuat kebijakan terkait banyaknya pembunuhan terhadap warga Afghanistan yang tidak berdosa itu. Demikian seperti dilansir reuters, Minggu (9/11/2008).
Sepanjang 2008, serangan udara AS dalam telah membunuh sedikitnya 150 warga sipil di Afganistan. Ini juga membuat dukungan publik terhadap kehadiran pasukan NATO yang berjumlah 60.000 di Afghanistan makin berkurang.
"Kami menyesal dengan kejadian tragis ini dan hilangnya nyawa warga yang tidak bersalah di Afganistan," ujar juru bicara Pasukan AS Kolonel Greg Julian yang dilansir pada reuters. Pada tempat terpisah, Gubernur provinsi Khost mengatakan bhawa serangan udara telah menewaskan 14 orang warga Afganistan yang sedang bekerja pada proyek pembangunan jalan.
Akan tetapi milter AS membantah tuduhan tersebut. 14 Orang itu dikatakan melakukan tembakan kepada pasukan penjaga saat sedang berusaha menghentikan kendaraan mereka. Pasukan Koalisi yang dipimpin oleh AS melakukan tembakan beberapa kali sebelum tembakan dari helikopter membunuh mereka.
"Para penyidik bersama dengan pejabat kementrian langsung bergerak menuju tempat kejadian," pungkas Julian. (fiq/irw)











































