Sosialisasi Pemilu Mulai Bergerak di Luar Negeri

Laporan dari Austria

Sosialisasi Pemilu Mulai Bergerak di Luar Negeri

- detikNews
Minggu, 09 Nov 2008 21:08 WIB
Sosialisasi Pemilu Mulai Bergerak di Luar Negeri
Jakarta - Kabut masih tebal dan matahari belum juga nampak, ketika beberapa anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Austria, harus  bersiap siap melaksanakan tugas pertama mereka: melakukan roadshow sosialisasi Pemilu 2009 bagi warga Indonesia yang ada di Austria pada hari Sabtu 8 November 2008.

PPLN Austria sendiri beranggotakan tujuh orang, dari berbagai latar belakang yang dipilih oleh warga secara terbuka. Sebelumnya, anggota PPLN ini telah mendapatkan pembekalan langsung dari anggota KPU pusat yang melawat ke wina pada tanggal 3-4 November lalu.

Kali ini, tiga tim anggota PPLN berencana untuk melakukan sosialisasi di Kota Graz, kota pegunungan sekitar 200 km di sebelah selatan kota Wina. Di tengah guyuran hujan dan keterbatasan pandangan karena kabut tebal, perjalan kali ini memakan waktu sekitar tiga jam.

Sebenarnya, tidak begitu banyak warga Indonesia yang tinggal di kota Graz, namun menurut ketua rombongan perjalanan, Lalu Muhammad Iqbal, meskipun hanya ada satu atau dua orang, PPLN tetap berkewajiban memfasilitasi setiap warga negara untuk menyalurkan hak pilihnya dalam Pemilu 2009 nanti.

Ternyata sambutan di kota Graz jauh melebihi perkiraan. Sekitar 25 warga Indonesia di kota Graz sudah berkumpul menyambut datangnya tamu spesial ini. Selain berswadaya untuk menyewa ruang seminar di sebuah kampus utama kota Graz, warga juga bergotong royong mempersiapkan suguhan hidangan masakan khas Indonesia.

Acara sosialasi diisi dengan berbagai agenda, dari mulai pendataan pemilih, teknik pencoblosan hingga pengenalan tanda gambar peserta pemilu. Sebagaimana ditetapkan sebelumnya, Warga Indonesia  di Austria dan Slovenia nantinya akan memilih anggota legislatif untuk wilayah Jakarta 2. Yang berbeda dari pemilu tahun 2004 sebelumnya, penandaan kartu suara kali ini dilakukan dengan sistem contreng di tanda gambar partai atau nama calon anggota legislatif.

Suara diangap syah jika penandaan kartu suara hanya dilakukan di salah satunya saja dan bukan keduanya, demikian paparan Ali Nasir, Ketua PPLN Austria.
 
Anggota PPLN lainnya Michael Phoa, kemudian memimpin sesi tanya jawab yang diisi dengan perdebatan serius seputar daftar pemilih tetap, pengawasan pelanggaran kampanye, dan sistem pengumpulan suara. Ketiga masalah ini menjadi masalah pelik yang menjadi kendala utama penyelenggaraan pemilu di luar negeri. Untuk sekitar 600 warga Indonesia yang tersebar di pelosok Austria dan Slovenia, hanya disediakan satu TPS di kota Wina, sehingga harus dicari solusi paling efektif dan efisien untuk memastikan setiap warga bisa menyalurkan hak pilihnya.

Setelah berlangsung tiga jam, Ali Nasir menutup acara dengan menegaskan warga untuk menggunakan hak pilihnya. "Meskipun puluhan ribu kilometer jauhnya dari kampung halaman, barangkali sedikit suara dari warga indonesia di kota Graz, bisa menentukan perubahan besar di tanah air," demikian ungkapnya. (sal/irw)


Berita Terkait