Kapal Selam Nuklir Rusia Kecelakaan, 20 Orang Tewas

Kapal Selam Nuklir Rusia Kecelakaan, 20 Orang Tewas

- detikNews
Minggu, 09 Nov 2008 16:45 WIB
Moskow - Kapal selam bertenaga nuklir milik Rusia mengalami kecelakaan di Samudera Pasifik. Sedikitnya 20 orang tewas dalam kecelakaan itu.

"Lebih dari 20 orang tewas dalam kapal selam bertenaga nuklir di Samudera Pasifik saat uji coba rutin sebagai hasil memfungsikan persetujuan sistem persenjataan mematikan," ujar juru bicara Angkatan Laut Rusia Igor Dygalo, seperti dilansir Reuters, Minggu (9/11/2008).

Dygalo tidak memberikan nama kapal selam yang mengalami kecelakaan maupun lokasi persisnya. Ada 208 orang dalam kapal saat kecelakaan terjadi Sabtu 8 November 2008, beberapa di antaranya dari produsen kapal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Seksi reaktor bekerja dengan baik. Tingkat radiasi kapal normal," kata dia.

Sumber Reuters di produsen kapal Amur Shipbuilding Enterprise mengatakan kecelakaan itu menimpa kapal selam Nerpa, proyek 971 Shchuka-B kapal selam penyerang, yang diketahui di bawah NATO.

Nerpa, yang telah dimodernisasi, berangkat ke area uji coba di laut terbuka akhir Oktober 2008 lalu. Pembangunan Nerpa dimulai tahun 1991 tapi dihentikan sementara setelah permasalahan dana pada gonjang-ganjing ekonomi Rusia tahun 1990.

Dygalo mengatakan satu kapal perusak, Admiral Tribut, disiapkan untuk membantu mengevakuasi kru kapal yang terluka ke pelabuhan. Dia tidak mengatakan posisi kapal saat ini, namun Tribut biasanya berpangkalan di Vladivostok, Rusia.

Sedangkan kantor berita Rusia, RIA, mengutip salah satu pejabat tinggi bahwa masalah itu ada dalam haluan kapal.
Β 
Sementara Presiden Rusia Dmitry Medvedev memerintahkan Menteri Pertahanan untuk mencari tahu penyebab kecelakaan, yang menyebabkan kapal itu kembali ke pantai.

Sebelumnya pada Agustus 2005, tujuh pelaut Rusia terjebak tiga hari dalam kapal selam AS-28 mini di 600 kaki bawah Samudera Pasifik, dengan masalah pasokan udara.

Sedangkan pada Agustus 2000 terjadi peristiwa tenggelamnya kapal selam Kursk. Ketika itu para penguasa Rusia enggan meminta bantuan. Akhirnya 118 awak Kursk tewas di bawah laut Barents. (nwk/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads