Permintaan itu disampaikan oleh salah satu korban bom Bali 2002 Chusnul Chotimah. "Kami berharap pemerintah sedikit peduli dengan para korban yang cacat permanen seperti saya ini," katanya kepada detikcom di rumahnya di Tuban, Kuta, Sabtu (8/11/2008).
Chusnul adalah salah satu korban bom Bali yang selamat. Ia mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan wajah. Luka bakar di wajahnya hingga kini masih membekas.
Namun permintaan Chusnul tersebut tidak mendapat respon dari pemerintah daerah. Ia pun mengajukan permintaan bantuan kesehatan kepada Presiden SBY dengan berkirim surat.
"Bapak Presiden yang terhormat, mohon juga sedikit peduli dengan nasib korban bom Bali 2002 dengan memberikan bantuan askeskin agar kami dapat berobat secara rutin ke rumah sakit," demikian isi surat Chusnul yang dikirim pada awal Agustus 2008.
Namun permohonan bantuan kesehatan tersebut belum mendapatkan respon dari Presiden. Untuk itu Chusnul berencana akan mengirimkan suratnya lagi.
"Saya akan berkirim surat lagi kepada bapak presiden," katanya. (gds/mok)











































