Bunyi pernyataan tersebut adalah;
"Kami berlepas diri dari segala hukum selain Allah dan Rasullah kalau pemerintah dan aparat yang merasa berkuasa berlaku zolim terhadap para mujahid maka mereka membuat maker dan Allah membuat maker dan Allah sebaik-baiknya membuat maker.
Waspadalah terhadap doa-doa yang dizolomi! Allah mengabulkan doa-doa orang yang terzolimi di dunia dan akhirat. Cepat atau lambat semoga ampunan rahmat-Nya tercurah ke atas hambanya. Maka sungguh hilangnya dunia lebih ringan bagi Allah dibanding hilangnya nyawa seorang mujahid hamba Allah.
Diharapkan agar melakukan Qunut Nnazilah berkenaan tiga saudara yang di Nusakambangan semoga Allah memberikan yang terbaik untuk mereka dan keburukan semua pihak bagi yang menzolimi.
Bila Al Mujahid Imam Samudra mempunyai sangkutan hutang kepada ikhawan harap menghubunhi adik saya, Lulu Jamaluddin. Dan jika punya hutang dengan Akhwat harap hubungi saya di alamat Cinanggung
Serang, 6 November 2008"
Nunung membacakan itu di kediaman Imam, Kampung Lopang Gede, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Banten, Sabtu (8/11/2008).
Menurut salah seorang anggota TPM Agus Setiawan, pernyataan ini adalah kali pertama dari Zakiah sejak Imam ditangkap.
"Ini pertama kalinya surat dari Zakiah untuk masyarakat semenjak Azis (Imam Samudra) ditangkap oleh aparat," kata Agus. (mok/djo)











































