Pantauan wartawan detikcom Muhammad Nur Hayid dari Madinah, Sabtu (8/11/2008), tak kurang dari 100 ribu jamaah tiap harinya salat berjamaah di Masjid Nabawi. Para tamu Allah ini tak pernah putus asa untuk berjuang memasuki rawdah setelah mereka menunaikan salat jamaah.
Akibat banyaknya orang yang berebut inilah, pihak keamanan masjid menambah kekuatannya. Para penjaga yang berseragam cokelat ini tidak hanya berdiri di pintu-pintu masjid seperti yang biasanya dilakukan. Saat ini mereka di tempatkan di pintu-pintu masuk dan dalam Rawdah yang berbatasan langsung dengan makam Rasulullah SAW.
Tak hanya itu, pemerintah Arab saudi juga menambah kekuatan dari para khodimul haramayn (pembantu masjid Nabawi) untuk mengawasi jamaah haji yang berbuat nyeleneh saat di rawdah dan di makam Rasulullah.
Pria bersurban dan berjubah putih dengan rangkap baju seragam cokelat ini tak segan-segan menegur jamaah yang terlalu lama di raudah dan tak mau gantian. Mereka juga menegur jamaah haji yang melakukan tindakan menyekutukan Allah dengan mengagung-agungkan makam Rasulullah.
"Iya Haj, Ini hanya makam Rasullah SAW. Kalau mau berdoa, hanya kepada Allah semata. Perintah syariat hanya mengucapkan salam pada Rasululah dan Abu Bakar serta Umar al Faruq. Itu saja, tidak ada Alfatehah, tidak ada doa-doa," katanya dengan nada tingi saat melihat para jamaah asal India dan Turki mengusap-usapkan tasbihnya di pembatas makam Rasululah dan berdoa menghadap makam.
Untuk diketahui, Raudah terletak di bagian kiri selatan masjid, kurang lebih 5 m di belakang Mihrab Imam salat fardlu Masjid Nabawi. Ciri yang paling gampang dari raudah adalah warna karpetnya. Warna karpet raudah putih kehijau-hijauan dan sangat berlainan dengan warna merah tua karpet Masjid Nabawi secara keseluruhan.
Raudah secara fisik terletak di sebelah kanan dari makam Rasulullah (kalau kita menghadap ke selatan), ada Mihrab Nabi (dulu Rasulullah selalu jadi Imam di Mihrab ini, sekarang masih dipakai saat salat Jumat)), mimbar utama (kalau salat Jumat mimbar ini masih dipakai ceramah oleh khatib) dan tangga menuju tempat Muadzin.
(yid/djo)











































