Dua korban meninggal dunia yakni Asnida (45) dan anaknya Mediana (13). Sedangkan dua anak Asnida lainnya, yakni Suci Maharani (15) dan Rizal (5) selamat dari maut dan masih dirawat di RS Ahmad Muchtar Bukittinggi.
“Masih ada empat korban lagi yang dicari, yakni Nadirsam (55) dan Syahrul Safar (9), Darius (70) serta Asnimar (60). Saat ini sekitar 250 warga masih terisolasi karena jalan masih ditutupi lumpur,” ujar Camat Malalak Dandi Pribadi kepada detikcom, Sabtu (8/11/2008).
Menurut Dandi, peristiwa naas itu berawal dari hujan deras yang mengguyur kecamatan Malalak sejak 7 November 2008. Hujan ini menyebabkan bukit di hulu Sungai Manguih Katiak yang melalui Jorong Sasai Kandang longsor. Longsoran yang bercampur air besar menjadi banjir bandang yang menyapu kawasan tersebut hingga radius 6 kilometer.
“Korban tewas dan hilang adalah dua keluarga yang rumahnya hancur diterjang banjir. Tiga rumah lainnya mengalami rusak berat dan dua lainnya rusak sedang. Selain itu, dua jembatan hanyut. Putusnya jembatan ini yang mengakibatkan warga Sasai Kandang terisolasi,” jelasnya.
Manajer Satkorlak Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar Ade Edward mengatakan, selain merusak rumah warga, banjir juga menyebabkan tiga tiang listrik roboh, enam kerbau hanyut dan sekitar 400 hektare sawah rusak dihantam banjir.
“Prioritas kita saat ini adalah menemukan korban yang masih hilang. Setelah itu, baru kita menghitung kerugian dan upaya perbaikan fasilitas yang rusak,” kata dia. (yon/nal)











































