"Kita lihat nanti. Masih nunggu (surat) tertulisnya," kata anggota Tim Advokasi Tapak Indonesia Teguh Samudera saat dihubungi detikcom, Jumat (7/11/2008).
Menurut Teguh, pihaknya mengaku berterima kasih jika memang JK tidak bermaksud menyindir Wiranto ketika menyebut 'penumpang gelap' dalam Pilpres 2004. Pernyataan tentang 'penumpang gelap' itu dikeluarkan JK dalam Rapimnas IV Partai Golkar 20 Oktober lalu. Itu artinya, kata Teguh, wartawanlah yang salah mengutip pernyataan JK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika surat tertulis sudah dikirimkan ke Hanura oleh Golkar, ujar Teguh, maka persoalan di antara kedua tokoh nasional terkemuka yang melibatkan dua parpol itu akan dianggap selesai.
"Mudah-mudahan kalau ada jawaban seperti itu selesai," ujarnya.
Namun tampaknya persoalan tidak berhenti begitu saja. Hanura punya rencana melakukan klarifikasi ke wartawan media massa yang mencantumkan kutipan pernyataan JK itu.
"Kita akan nanya wartawannya," tandas Teguh.
Wartawan yang mana Pak?
"Yang kita kutip di situ," jawabnya.
Dalam siaran persnya Kamis, 5 Oktober kemarin, Hanura memang menyebut beberapa media massa cetak yang mencantumkan pernyataan JK. (sho/did)











































