"Mereka orang yang bermartabat, dan saya yakin hari di mana mereka memiliki negara sendiri akan segera tiba, negara yang sesuai dengan martabat nasional mereka yang luhur," ujarnya usai bertemu Presiden Palestina Mahmud Abbas di Ramallah seperti dikutip AFP, Jumat (7/11/2008).
"Jarak ke arah perdamaian telah menjadi pendek meskipun perdamaian itu belum tercapai," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu hal yang harus kita lakukan adalah, kita harus menunjukkan...bahwa Annapolis telah membangun pondasi untuk negara Palestina," ujarnya. Rice memainkan peran kunci dalam membangkitkan proses perdamaian dalam konferensi di Annapolis, Maryland satu tahun lalu.
Namun sejauh ini proses nyata yang telah diraih baru sedikit. Isu utama seperti status Jerusalem, nasib para pengungsi Palestina, dan batas bakal negara Palestina masih belum terselesaikan.
Rice juga mengkritik diteruskannya pembangunan pemukiman Yahudi di daerah West Bank yang dikuasai Israel. Menurutnya, pembangunan itu hanya merusak suasana negosiasi.
Selain itu, upaya perdamaian juga terganjal dengan adanya pembagian wilayah Palestina ke dalam dua bagian, West Bank yang dipegang oleh Abbas yang sekuler dan Jalur Gaza yang dikendalikan oleh Hamas yang islamis. (sho/sho)











































