Menhan dan TNI Kecewa Pada Politisi Sipil

Menhan dan TNI Kecewa Pada Politisi Sipil

- detikNews
Sabtu, 08 Nov 2008 00:08 WIB
Menhan dan TNI Kecewa Pada Politisi Sipil
Jakarta - Anggaran pertahanan dan keamanan untuk tahun 2009 akan dipangkas. Bisnis TNI pun akan diambil alih. Peran politik TNI sudah lama dipinggirkan. Di lain pihak, kini para politisi sipil banyak yang tersandung kasus korupsi. Kecewakah Menhan dan TNI?

"Ya saya kecewa. Panglima TNI tidak mau jawab, tapi sepertinya dia juga kecewa" ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Gedung Departemen Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2008).

Juwono mengutarakan kekecewaannya pada para politisi sipil yang lebih mementingkan partainya daripada negara. Dia juga menilai saat ini belum ada figur politisi yang mampu merangkul seluruh elemen bangsa ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Malah saling pecat di muktamar itu," lanjutnya.

Menurutnya, hal ini sangat berbeda dengan TNI. Sebagai prajurit, rasa nasionalisme harus mengalahkan kepentingan golongan, kedaerahan, maupun kelompok.

"TNI, huruf N itu artinya nasional. Bukan tentara Jawa atau tentara Sumatera," jelas alumni UI ini.

Dengan segala keterbatasannya, ujar Juwono, TNI akan selalu mendampingi pemerintahan sipil. TNI tidak lagi berperan dalam politik, tetapi TNI akan selalu hadir untuk membantu pemerintahan sipil, mulai dari tingkat desa hingga nasional.

"Presence atau kehadirannya, bukan perannya lagi. TNI akan membantu pemerintah sipil. Mulai dari membantu tugas kepala desa, mengajar di pedalaman, hingga mengajar menyanyi," katanya. (rdf/sho)


Berita Terkait