"Ya saya kecewa. Panglima TNI tidak mau jawab, tapi sepertinya dia juga kecewa" ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Gedung Departemen Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2008).
Juwono mengutarakan kekecewaannya pada para politisi sipil yang lebih mementingkan partainya daripada negara. Dia juga menilai saat ini belum ada figur politisi yang mampu merangkul seluruh elemen bangsa ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hal ini sangat berbeda dengan TNI. Sebagai prajurit, rasa nasionalisme harus mengalahkan kepentingan golongan, kedaerahan, maupun kelompok.
"TNI, huruf N itu artinya nasional. Bukan tentara Jawa atau tentara Sumatera," jelas alumni UI ini.
Dengan segala keterbatasannya, ujar Juwono, TNI akan selalu mendampingi pemerintahan sipil. TNI tidak lagi berperan dalam politik, tetapi TNI akan selalu hadir untuk membantu pemerintahan sipil, mulai dari tingkat desa hingga nasional.
"Presence atau kehadirannya, bukan perannya lagi. TNI akan membantu pemerintah sipil. Mulai dari membantu tugas kepala desa, mengajar di pedalaman, hingga mengajar menyanyi," katanya. (rdf/sho)











































