Rombongan terdiri dari Bupati Lamongan H Masfuk, Kajari Lamongan Inarsit, Kapolres AKBP Imam Sayuti. Rombongan yang mengendarai 5 mobil itu mendapat pengawalan satu unit mobil patwal dari Polres Lamongan tiba di kampung Amrozi sekitar pukul 20.30 WIB.
Bupati dan Muspida lainnya langsung masuk ke rumah salah seorang tokoh masyarakat bernama Tafsir (50) yang tak lain kakak tiri Amrozi. Rumah Tafsir hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumah Amrozi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai pertemuan, Bupati Lamongan H Masfuk yang dicegat wartawan ditanya apakah pertemuan itu membahas masalah pascaeksekusi, dia enggan menjelaskan. Dia berdalih pertemuan itu hanya sekedar silahturahmi biasa.
"Nggak..nggak ada itu. Ini hanya silaturrahmi biasa," ujar H Masfuk sambil bergegas masuk ke dalam mobil Isuzu Panther warna gelap yang telah menunggunya.
Sementara Ustad Chozin seusai pertemuan tertutup kepada wartawan mengaku jika pertemuan dengan Muspida Lamongan hanya sekedar silaturahmi biasa. Saat disinggung masalah eksekusi yang akan berlangsung, Chozin mengaku masalah itu masih belum final.
"Udah ya, eksekusi belum final. Udah ya," pungkas Chozin sambil meninggalkan kerumunan wartawan.
Dari pantuan detiksurabaya.com, pukul 21.00 WIB situasi di kampung Amrozi tampak berbeda dari malam sebelumnya. Saat ini terlihat beberapa petugas intelijen yang tersebar dan bersiaga di Tenggulun Solokuro. (fat/asy)











































