"Kami tidak mengenal istilah banjir periode banjir. Nggak ada itu periode banjir empat
tahunan, lima tahunan," tegas Kepala Bagian Informasi Klimatologi dan Kualitas Udara Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Endro Santoso seusai menjadi pembicara dalam acara pembekalan camat se-DKI Jakarta dalam menghadapi banjir di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (7/11/2008).
Menurut pria berkacamata ini, hal itu disebabkan karena banjir merupakan kejadian yang
sifatnya sangat fluktuatif. Endro lalu menegaskan bahwa hujan bukan satu-satunya penyebab banjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endro menjelaskan, terdapat tiga faktor lingkungan yang juga mempengaruhi banjir selain hujan itu sendiri. "Kondisi daerah resapan, sistem aliran, lalu bagaimana daerah tampungannya. Itu juga mempengaruhi," ujar Endro.
Kepala Bidang Informasi Meteorologi BMG Achmad Zakir, menjelang musim hujan masyarakat hendaknya mewaspadai fenomena lain yang menyertai.
"Seperti puting beliung, itu sangat sudah dideteksi karena sifatnya lokal. Biasanya mulai
terjadi sejak musim pancaroba hingga akhir musim hujan," jelasnya.
"Hati-hati juga karena pohon bisa tumbang," ujarnya mengingatkan.
Kepada masyarakat umum, BMG memberi pesan. "Mengingat musim hujan sudah mulai berlangsung, maka perlu kewaspadaan dan kehati-hatian di daerah rawan banjir. Mengapa di daerah rawan banjir? Sebab kalau di daerah yang nggak pernah banjir dengan curah hujan berapapun nggak akan banjir," jelas Endro.
(alf/gah)










































