Pemantauan detikcom, Jumat (11/7/2008), salah satu atap gedung yang porak-poranda adalah gedung Koperasi Mahasiswa (Kopma) UGM. Atap bagian depan roboh, sementara meja dan kursinya kocar-kacir. Barang-barang dagangan di tempat ini juga terserak ke mana-mana.
Sejumlah gedung lainnya, seperti Gedung Gelanggang UGM, mengalami kerusakan kecil di bagian atap. Sejumlah gentingnya tampak melorot. Genting-genting di atap gedung UPT Komputer juga bergeser ke bawah. Tempat parkir kantor BNI juga rusak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat banyaknya pohon tumbang, arus lalu lintas kendaraan di jalan-jalan kampus UGM macet total. Antara lain terlihat di Jalan Cik Di Tiro, C Simanjuntak, dan Prof Dr Herman Yohannes. Saat ini hujan masih rintik-rintik. Untuk sementara akses ke UGM ditutup sementara, untuk menghindari kemacetan yang menggila.
Menurut saksi mata, Marsono, pedagang angkringan di bundaran UGM, hujan deras disertai angin kencang itu terjadi begitu cepat sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, dia akan menggelar dagangannya. Begitu angin datang, dirinya langsung lari terbirit-birit menyelamatkan diri.
"Para pedagang lain juga langsung menyelamatkan diri juga," kata dia. Para pedagang tidak sempat mengamankan lapak dan barang-barang dagangannya. Bahkan, banyak etalase kecil, seperti etalase untuk menjual voucher telepon, ambruk. Saat itu, para pedagang memilih menyelamatkan diri di kantor Pos dan Kantor Menwa.
Sementara itu, puluhan gerobak milik pedagang kaki lima juga berhamburan.
Hingga pukul 17.00 WIB, masyarakat dan civitas akademika UGM bekerja bakti mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang. Demikian juga para mahasiswa di kampus fakultas masing-masing. (asy/ken)











































