"Kalau sampai terjadi eksekusi, Pemerintah SBY dan jajarannya bertanggung jawab seandainya ada pihak tertentu yang membalas dendam. Jangan salahkan lagi mujahid," kata salah satu orator.
Demo itu digelar di depan Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan sejak pukul 09.00 WIB.
Massa yang berjumlah sekitar 50-an langsung menyambut pernyataan itu dengan 'Allahu Akbar' secara serentak
Sementara itu, dua perwakilan mereka, M Sayid Hamidan dan Syafrisal tengah diterima oleh staf Kejagung. Selama menunggu, massa terus berorasi.
Sejauh ini, aksi yang dijaga sejumlah polisi itu berlangsung tertib. Meski demonstran menempati separo badan jalan, namun lalu lintas di Jalan Sultan Hasanudin tidak terganggu. (ken/iy)











































