Meski sudah didesak wartawan, namun Ustadz Chozin tetap bungkam, dan tidak mau membeberkan isi surat itu. "Tidak etis rasanya kalau saya mengungkap isi surat itu. Ini antara keluarga dan presiden," ujar Chozin singkat saat ditemui di depan rumahnya, Jumat (7/11/2008).
Menurut Chozin, sampai saat ini keluarga masih sangat berharap presiden memberikan jawaban atas surat itu secepatnya. Itu agar pihak keluarga bisa lega.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, saat Ustadz Chozin didesak kapan surat itu dikirim dan melalui siapa, dia enggan menjawabnya.
Sementara, Fahmi Bachmid, salah satu anggota TPM menyatakan tidak ingin mencampuri masalah surat tersebut. "Soal surat bukan wilayah TPM. Itu masalah pribadi keluarga dengan presiden. TPM tidak terlibat," jelas Fahmi.
Seperti diberitakan sebelumnya, keluarga Amrozi mengirimkan surat kepada Presiden SBY pada, Kamis (6/11/2008) pukul 07.43 WIB.
Isi surat ke presiden itu diduga permintaan dari keluarga agar eksekusi terhadap tersangka Bom Bali I ditunda, sampai ada jawaban dari presiden. Selain ke SBY, surat itu juga ditembuskan kepada Mahkamah Agung melalui Pengadilan Negeri Denpasar. (bdh/asy)











































