Akibat kesemrawutan pelayanan itu, Jl Tun Abdul Razak yang melalui depan KBRI terkenal sebagai jalur padat dan macet. Tidak jarang KBRI mendapat teguran dari masyarakat hingga pemerintah Malaysia karena massa yang menumpuk di jalan memacetkan lalu lintas.
Tetapi itu kisah lama yang berakhir setahun lalu. Kini dengan menerapkan sistem One Day Service, pelayanan keimigrasian di KBRI Kuala Lumpur jauh berubah. Bahkan disebut sebagai yang tercepat di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basyir menjelaskan, pemerintah RI memiliki perwakilan di 109 negara dengan 19 atase keimigirasian di 16 negara. "Dan Kuala Lumpur yang paling cepat. Amerika saja 3 bulan, Australia 2 bulan, dan Filipina 2 minggu," urainya.
Menurutnya, kecepatan pengurusan paspor di KBRI Kuala Lumpur tidak berarti mengurangi jaminan tingkat keamanan dan keselamatan negara. Karena, dia menguraikan, pengurusan paspor yang dilakukan di KBRI hanyalah untuk perpanjangan atau pembuatan paspor baru karena paspor lama yang telah habis.
"Makanya bisa cepat dalam satu hari bahkan 3 jam. Karena mereka sudah punya data. Bukan membuat paspor baru bagi pengguna baru. Sehingga data aman," jelasnya.
Dubes RI Dai Bachtiar mengatakan, keberhasilan KBRI Kuala Lumpur memperoleh penghargaan piala "Citra Pelayanan Prima 2008" dari Presiden SBY merupakan buah kerja keras dan kemauan seluruh staf kedutaan untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi WNI di Malaysia.
"Keinginan untuk berubah, karena saudara-saudara melihat ada problem dalam pelayanan. Lalu saudara mencari solusi dan sekarang menuai hasilnya. Ini adalah pengakuan terhadap jerih payah saudara untuk melakukan perubahan dan pelayanan terbaik, terutama staf-staf keimigrasian," cetus Dai.
Bahkan Dai pun mengatakan mengupayakan pemberian uang lembur dan gaji ke-13 bagi staf-staf keimigrasian yang telah bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan terbaik. "Saya sudah bertemu dengan Menkeu saat ke Jakarta. Beliau menyambut positif dan mengusahakan," kata mantan Kapolri tersebut.
Dai mengucapkan terima kasih kepada mantan Atase Imigrasi Widagdo yang mampu membuat terobosan sistem pengurusan keimigrasian menjadi baik, efisien dan teratur. Dai juga mengucapkan terima kasih kepada Wakil Dubes Tatang B Razak yang melakukan terobosan menyulap area parkir basement KBRI menjadi tempat pelayanan keimigrasian dengan fasilitas 24 loket pelayanan.
Dalam acara tersebut, KBRI Kuala Lumpur juga melakukan potong tumpeng dan meluncurkan tampilan website KBRI yang baru dengan alamat www.kbrikl.org.my untuk peningkatan pelayanan informasi sekaligus menampung pengaduan-pengaduan dari WNI di Malaysia.
Penghargaan "Citra Pelayanan Prima 2008" merupakan apresiasi penilaian unit pelayanan publik terbaik pada 2008. Penghargaan itu diberikan kepada KBRI Kual Lumpur pada 31 Oktober lalu di Istana Presiden. Penghargaan tersebut merupakan yang pertama kalinya untuk perwakilan RI di luar negeri yang bersaing dengan 251 unit pelayanan publik dari 29 Pemerintah Propinsi dan 27 instansi pemerintah yaitu Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen, Kepolisian RI dan Badan Usaha Milik Negara. (rmd/ndr)











































