Pada Kamis (6/11/2008), sore, para korban mendatangi lokasi untuk menuntut penyelesaian. Para korban yang umumnya kaum ibu ini meminta uang yang sudah disetorkan untuk segera dikembalikan.
"Kalau memang tidak bisa berangkat, ya, sudahlah. Tetapi uangnya segera kembalikan," kata Siti Hawa, salah seorang korban kepada wartawan di kantor KBIH tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mimmy yang dikenal dekat dengan Kanwil Departemen Agama Sumut, sebelumnya dipercayai untuk menyetorkan uang itu dan memastikan para calon dapat berangkat haji, tanpa harus antri dalam waiting list Departemen Agama.
Karena tergiur langsung berangkat haji, tanpa harus waiting list seperti calon jamaah lainnya, makanya para korban menyerahkan uang. Rata-rata korban menyerahkan Rp 22 juta. Namun, ternyata para korban tidak terdaftar sebagai calon jamaah yang akan berangkat.
Hingga Kamis malam para korban masih bertahan di rumah tersebut. Mereka menunggu kedatangan Mimmy Farida yang bertanggung jawab terhadap uang para calon jamaah tersebut.
(rul/irw)











































