SD Unggulan Rp 2,5 Miliar Dioperasionalkan di Aceh

SD Unggulan Rp 2,5 Miliar Dioperasionalkan di Aceh

- detikNews
Kamis, 06 Nov 2008 19:45 WIB
Banda Aceh - Kabupaten Aceh Utara, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) kini memiliki Sekolah Dasar Negeri (SD) unggulan. Tidak tanggung, biaya pembangunannya mencapai Rp 2,5 Miliar dan menempatkan sekolah ini menjadi SD termegah di Aceh.

Pada peresmian yang berlangsung, Kamis (6/11/2008) wajah para murid yang berjumlah 379 orang terlihat gembira. Mereka akan bisa belajar tenang. Tidak lagi khawatir banjir seperti sebelumnya.

Bangunan SD yang terletak di Langkahan, Cot Girek, Aceh Utara ini, luasnya 3.000 meter persegi. Tidak sekedar luas, fasilitasnya juga mentereng, dan yang pasti bebas banjir. Di lokasi lama, yang berjarak satu kilometer dari bangunan baru, banjir selalu jadi masalah. Sekali banjir datang, bubungan atap sekolah pun terendam air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Dinas Pendidikan NAD Muhammad Ilyas tak urung menyatakan gembira. "Ini sangat membanggakan. Pendidikan di Aceh akan semakin baik dengan adanya fasilitas sekolah yang baik," kata Muhammad Ilyas.

Pembangunan sekolah tersebut digagas Dompet Dhuafa dengan dukungan berbagai lembaga donor. Jumlah kelas yang dibangun sebanyak 11 lokal, 1 ruang komputer, 1 ruang guru, 1 ruang kepala sekolah dan 10 kamar mandi. Nantinya setiap kelas akan tersedia pojok baca.

Selain itu, sekolah ini juga dilengkapi dengan kebun tanaman sekolah dan lapangan olahraga. Saat ini. sekolah itu masih menggunakan mobiler lama, namun pada Mei 2009, semua mobiler baru akan masuk.

"Pembangunan sekolah ini merupakan komitmen kita dalam bidang pendidikan di Aceh. Pasca pembangunan fisik, akan dilakukan pendampingan selama dua tahun untuk peningkatan kualitas sekolah," kata Ismail Agus Said, Presiden Direktur Dompet Duafa.

Pendampingan sekolah untuk peningkatan mutu sekolah tersebut diharapkan dapat membuat SD Negeri 07 Langkahan dan siswa yang belajar di sana akan lebih unggul. Kurikulum akan memiliki berbagai nilai lebih, misalnya pada materi pokok bahasa dan matematika yang dapat dipantau secara mudah oleh guru, kepala sekolah, siswa, dan bahkan orang tua melalui peta materi yang ada di setiap kelas.

Pendampingan dari sisi kualitas itu dengan cara menempatkan lima orang guru dari Lembaga Pengembangan Insani, Parung, Jawa Barat, dan melakukan pelatihan dan pendidikan bagi guru untuk peningkatan kualitas. Setelah masa pendampingan selesai selanjutnya pengelolaan sekolah akan diserahkan kepada pemerintah daerah.
(rul/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads