Larang Beri Gelar Amrozi Cs Mujahid, FUI Adukan Menkominfo

Larang Beri Gelar Amrozi Cs Mujahid, FUI Adukan Menkominfo

- detikNews
Kamis, 06 Nov 2008 18:40 WIB
Jakarta - Bersamaan dengan kedatangan Tim Pengacara Muslim (TPM) ke kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), datang pula rombongan yang berasal dari Forum Umat Islam (FUI) yang dipimpin oleh Sekjen FUI Muhammad Al-Khathath.

Selain untuk memberikan dukungan moral pada TPM, kedatangan FUI rupanya bertujuan mengadukan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Muhammad Nuh. Apa pasalnya?

Menurut Al-Khattath, Menkominfo telah melanggar HAM dengan melarang umat Islam memberikan gelar "mujahid" kepada terpidana bom mati Bali Amrozi cs.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim dan para wartawan, Al-Khathath menegaskan maksudnya datang ke Komnas HAM.

"Beberapa waktu lalu kita dengar berita dari Menkominfo yang melarang masyarakat menggelari Amrozi dan kawan-kawan mujahid. Padahal dia sudah pernah berjihad ke Afghanistan dan Ambon," jelas Al-khattath yang didampingi oleh sejumlah anggota FUI yang bereagam gamis hitam tersebut.

"Nah, padahal Menkominfo ini setahu saya nggak pernah berjihad," tambah Al Khattath yang disambut tawa para wartawan yang hadir.

Al Khattath lantas menanyakan kepada Komnas HAM, "Apakah itu bias dibilang melanggar HAM?"

Ketua Komnas HAM Ifdhal kaim yang ditanya hanya menjawab singkat seraya tersenyum, "Saya rasa itu bukan kewenangan dia. Itu kan bukan urusan dia," jawab Ifdhal singkat.

Al-Khattath yang mengenakan baju koko berwarna putih kemudian mengatakan, akan mengajak seluruh umat Islam melakukan sholat ghaib terkait eksekusi mati Amrozi dan kawan-kawan.

"Kami FUI akan serukan umat Isalm agar lakukan sholat ghaib. Bagaimanapun mereka (Amrozi cs) adalah mujahid," pungkas Al Khattath.

Sementara itu di halaman kantor Komnas HAM puluhan anggota FUI menggelar orasi sambil membentangkan spanduk. Mereka menuntut agar Amrozi cs digelari "mujahid".

Spanduk yang dibentangkan bertuliskan "Amrozi, Imam Samudra, dan Mukhlas : Mereka Para Mujahid Bukan Teroris". (alf/irw)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait