Permintaan itu disampaikan oleh salah satu korban bom Bali 2002 Chusnul Chotimah. "Kami berharap pemerintah sedikit peduli dengan para korban yang cacat permanen seperti saya ini," katanya kepada detikcom di rumahnya di Tuban, Kuta, Kamis (6/11/2008).
Chusnul adalah salah satu korban bom Bali yang selamat. Ia korban ledakan di Paddy's yang mengalami luka bakar di sekujur tubuh dan wajah. Luka bakar di wajahnya hingga kini masih membekas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak Presiden yang terhormat, mohon juga sedikit peduli dengan nasib korban bom Bali 2002 dengan memberikan bantuan askeskin agar kami dapat berobat secara rutin ke rumah sakit," demikian isi surat Chusnul yang dikirim pada awal Agustus 2008.
Selain mengajukan permintaan bantuan kesehatan, dalam suratnya Chusnul juga meminta agar pemerintah segera mengeksekusi Amrozi cs.
Berikut petikan isi surat Chusnul kepada Presiden SBY:
Bapak Presiden yang terhormat secara pribadi sebagai korban bom Bali 2002, mohon bapak segera mengeksekusi Amrozi cs secepatnya dan memohon supaya tidak diundur-undur lagi.
Lima tahun merasakan penderitaan lahir maupun batin yang diakibatkan oleh perbuatan mereka. Sebagai rakyat kecil hanya meminta agar hukum dinegara ini ditegakkan. Mohon bapak memberantas jaringan terorisme ke akar-akarnya.
Namun permohonan bantuan kesehatan tersebut belum mendapatkan respon dari Presiden SBY. "Saya akan berkirim surat lagi kepada bapak presiden," demikian Chusnul yang kini hidup bersama seorang anaknya. (gds/iy)











































