"Potensi ini sangat besar untuk terjadi. Karena saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami 3 situasi yang perlu ditangani dengan serius," kata pengamat intelijen Mufti Makarim dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (6/11/2008).
Mufti mengurai, situasi pertama, saat ini pemerintah sedang mengalami proses transisi demokrasi. Dalam proses ini pertarungan kepentingan antar beragam kelompok sangat terbuka. Baik dari kelompok konservatif status quo yang merindukan sistem seperti di masa lalu bertarung dengan kelompok pro demokrasi atau primordial yang membawa kepentingan agama dan kelompok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi ketiga, masyarakat sedang belajar berdemokrasi di mana membangun suatu kultur yang bisa menerima pluralitas politik dan pluralitas agama berjalan dengan sinergi.
"Dalam kondisi seperti inilah rawan sekali terjadi kekerasan dan ancaman teror," kata Mufti.
Isu teror bom antraks muncul menjelang eksekusi Amrozi cs. Menurut sumber intelijen, kelompok teroris yang akan memakai bom antraks untuk membalas eksekusi Amrozi telah melakukan sejumlah persiapan seperti rapat dan penggalangan dana.
Mabes Polri mengaku belum mengetahui isu tersebut. Meski begitu, Kadiv humas Polri Irjen Abubakar Nataprawira mengatakan akan mengecek kebenaran isu tersebut.
(iy/irw)











































