Selama kampanye, kubu Obama memang gencar menargetkan para pemilih baru dan kaum muda. Dan hasilnya, strategi itu berbuah manis.
Di kalangan para pemilih muda atau mereka yang berusia di bawah 30 tahun, Obama unggul atas John McCain dengan selisih perolehan suara mencapai 34 persen poin. Ini berarti mengalahkan keunggulan Bill Clinton sebesar 19 poin pada 1996.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebaliknya, lebih dari separuh pemilih tua, yang selama ini merupakan konstituen penting Republikan, memilih McCain yang berumur 72 tahun.
Selain para pemilih muda, Obama juga memenangi mayoritas suara kaum wanita. Pria berumur 47 tahun itu meraih 56 persen suara pemilih wanita. Tak heran jika dukungan kaum wanita memberikan kontribusi besar bagi kemenangan Obama. Sebab 53 persen dari total pemilih AS terdiri dari kaum wanita.
Akan halnya pemilih kulit putih, mayoritas memang memilih McCain. Namun dukungan kulit putih untuk Obama cukup besar, yakni sebesar 45 persen. Obama juga nyaris memenangi semua suara pemilih kulit hitam dan dua pertiga pemilih Hispanik.
Bagi para pemilih AS, kemampuan Obama dalam isu-isu ekonomi mendorong mereka memilihnya. Menurut exit poll, 6 dari 10 pemilih menyebut ekonomi sebagai isu paling penting, mengalahkan isu Irak dan terorisme. Dan Obama lebih banyak dipilih di kelompok ini. (ita/iy)











































