Disebut 'Penumpang Gelap', Wiranto Somasi JK

Disebut 'Penumpang Gelap', Wiranto Somasi JK

- detikNews
Kamis, 06 Nov 2008 13:25 WIB
Disebut Penumpang Gelap, Wiranto Somasi JK
Jakarta - Disebut 'penumpang gelap' oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada 20 Oktober lalu membuat Wiranto berang. Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) ini melayangkan somasi kepada JK yang juga sebagai Wakil Presiden ini.

Wiranto melalui tim kuasa hukumnya dari Advokasi Perhimpunan Kebangsaan (Tapak) Indonesia tengah menyiapkan 200 orang untuk mensomasi JK. "Kita sudah melayangkan surat somasi ke DPP Partai Golkar, Rabu (5/11/2008) kemarin, yang ditujukan kepada Jusuf Kalla," kata Sekjen DPP Partai Hanura, Yus Usman Sumanegara dalam jumpa pers yang didampingi Tim Advokasi Tapak Indonesia, di RM Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta, Kamis (6/11/2008).

Tim Advokasi Tapak Indonesia sendiri diperkuat oleh Teguh Samudera, Bonaran Situmeang dan Kores Tambunan. Langkah Wiranto mensomasi Jusuf Kalla dilakukan terkait pernyataannya tentang penumpang gelap pada Rapimnas IV Partai Golkar yang dimuat di sejumlah media massa cetak yang menyindir Wiranto pada Pilpres 2004 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Tim Advokasi Tapak Indonesia, R Bonaran Situmeang menyatakan, pernyataan JK itu dinilai sangat tendensius. "Pernyataan itu jelas tidak benar dan sangat tendensius mengingat klien kami pada saat itu sebagai kader Golkar sebagaimana juga dikutip harian Kompas edisi Sabtu tanggal 23 Desember 2006 lalu," jelasnya.
Β 
Dijelaskan Bonar, Wiranto pada 2004 lalu merupakan pemenang konvensi sebagai capres Partai Golkar dan sekaligus memberi andil bagi pemenangan partai itu di Pemilu 2004. Oleh sebab itu, Jusuf Kalla diminta segera memberikan klarifikasi dalam jangka waktu delapan hari sejak surat somasi dilayangkan.

Anggota Tim Advokasi Wiranto lainnya, Kores Tambunan menegaskan, upaya somasi tidak hanya dimaksudkan agar JK menarik pernyataannya mengenai penumpang gelap di Golkar. Tetapi, diharapkan JK dapat merehabilisir nama baik Wiranto yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura dan sekaligus figur yang disebut-sebut akan dicalonkan sebagai Capres 2009 mendatang.

"Kita minta secara musyawarah tidak hanya minta Jusuf Kalla menarik statementnya soal penumpang gelap. Tapi juga merehabilitasi nama baik Wiranto," imbuhnya. (zal/iy)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads