Mereka menjadi korban gempuran AS saat sedang menghadiri sebuah acara perkawinan di Desa Wech Baghtu, Provinsi Kandahar.
Pejabat-pejabat pemerintah Afghanistan telah mengkonfirmasi banyaknya korban jiwa dalam serangan itu. Namun militer AS menyatakan akan menyelidiki insiden tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Militer AS menyatakan telah mengirimkan penyelidik ke lokasi. "Jika orang-orang tak bersalah terbunuh dalam operasi ini, kami minta maaf dan menyampaikan dukacita kami kepada para keluarga dan rakyat Afghanistan," demikian pernyataan militer AS.
Meningkatnya korban jiwa akibat serangan koalisi pimpinan AS telah menimbulkan ketegangan antara Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan pasukan koalisi.
Tiga bulan lalu, komisi pemerintah Afghan menemukan fakta bahwa sebuah operasi AS telah menewaskan 90 warga sipil di Afghanistan barat. Sebelumnya AS menyatakan hanya lima orang yang tewas dalam serangan itu. Namun kemudian, hasil penyelidikan AS menemukan bahwa angka korban tewas mencapai 33 orang. (ita/iy)










































