Bahkan kini kekhawatiran itu semakin besar. Apalagi Dinas Rahasia AS kabarnya telah menyelidiki sekitar 500 ancaman pembunuhan terhadap Obama selama kampanye kepresidenan. Bulan lalu, dua pria neo-Nazi ditangkap karena berkonspirasi untuk membunuh Obama.
Dinas Rahasia AS memang harus memberikan pengamanan ekstra ketat terhadap presiden satu ini. Hal itu bisa dilihat saat Obama menyampaikan pidato kemenangannya usai pilpres AS, 4 November. Saat berpidato, Obama berdiri di belakang kaca tebal anti-peluru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri Obama, Michelle mengaku cemas akan ancaman-ancaman yang dihadapi suaminya. Namun wanita itu tak ingin terlalu memikirkan soal itu.
"Ini bukan hal yang menguras waktu saya untuk terus memikirkannya dari hari ke hari," tutur Michelle seperti dilansir harian The Telehraph, Kamis (6/11/2008).
"Menurut saya, setiap orang yang memutuskan untuk mencalonkan diri menjadi presiden, menyadari kalau ada risiko-risiko yang dihadapi," imbuhnya.
Obama sudah mulai menerima perlindungan 24 jam oleh agen-agen Dinas Rahasia sejak awal kampanye pada Mei 2007 lalu. Jauh lebih dini daripada kandidat-kandidat presiden AS lainnya.
(ita/ita)











































