"Kita belum tahu. Apakah dia termasuk jaringan teroris Amrozics atau bukan. Atau bisa saja orang yang iseng," ujar Pelaksana Harian Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, AKBP Mahbub Jaya ketika dihubungi detikcom,Kamis (6/11/2008).
Hingga kini, polisi masih terus menelusuri sumber pengiriman pesan tersebut yang hingga kini belum terdeteksi keberadaannya. "Kita ada tim khusus untuk mencari tahu pelakunya. Jika tertangkap satu orang saja, mungkin bisa dilakukan pengembangan keterkaitan jaringan tersebut," katanya.
Ancaman bom meneror beberapa objek vital di Jakarta, diantaranya kedutaan besar Amerika Serikat dan Australia, disusul dengan ancaman di pusat perbelajaan FX di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan terakhir bom kembali mengancam Depo Pertamina Plumpang Rabu malam (5/11/2008).
Meskipun ketiga ancaman tersebbut tidak terbukti, namun polisi tetap meningkatkan pengamanan.Polisi juga terus meningkatkan pengawasan dan pengamatan di beberapa kawasan yang rawan ancaman bom. (mei/nwk)











































