Siapa mereka yang berteriak takbir? Belum diketahui, karena tidak ada yang bisa melihat jelas. Sejumlah narapidana di LP Batu Nusakambangan hanya mendengar teriakan takbir menjelang malam, Rabu (5/11/2008).
Apakah suara takbir itu berasal dari mulut Amrozi, Muklas, dan Imam Samudra yang dalam waktu dekat akan dieksekusi mati? Bisa jadi dan mungkin iya. Suara takbir itu sepertinya dari ruang isolasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah teriakan takbir itu, tak jelas apa yang terjadi kemudian. Yang jelas, beberapa saat setelah itu, guntur bersahut-sahutan dan tak lama kemudian hujan deras mengguyur LP Nusakambangan.
Hujan yang demikian derasnya terjadi hingga larut malam. Bahkan hingga pukul 01.00 WIB, Kamis (6/11/2008), hujan masih mengguyur.
Banyak pihak menduga dini hari tadi adalah saat terakhir Amrozi cs hidup. Tapi ternyata dugaan itu salah. "Di sini hujan deras, tak ada eksekusi," kata sebuah sumber yang bisa dipercaya pada pukul 01.00 WIB.
Sebelumnya, sumber di Polda Jateng menyatakan bahwa eksekusi mati itu akan dilaksanakan Kamis dinihari. Bahkan, regu penembak dari Polda Jateng sudah berada di LP Batu sejak beberapa hari lalu.
Namun seorang petinggi Kejagung menegaskan bahwa eksekusi tidak dilakukan Rabu malam atau Kamis dinihari. Namun petinggi Kejagung itu tidak mau membocorkan kapan eksekusi dilakukan.
Sumber detikcom menyatakan seharusnya eksekusi dilakukan dinihari tadi. Indikasinya cukup banyak.Β Namun, karena hujan deras yang demikian lama, akhirnya eksekusi itu ditunda. Akankah eksekusi terhadap tiga terpidana terorisme itu akan dilakukan malam nanti? (asy/nwk)











































