"Saya tidak tahu persisnya alasan pembangunan kembali makam Pak Amir. Tapi yang jelas beberapa bulan lalu, ada salah seorang keluarganya dari Medan datang kemari. Saya lupa namanya, tapi saat itu dia menemui saya dan mengatakan akan membangun makam Pak Amir," papar Rakidi kepada detikcom, Rabu (5/11/2008).
Kepada Rakidi, keluarga Amir itu mengatakan bahwa anak bungsu Amir Sjarifoeddin saat ini sedang sakit-sakitan. Atas petunjuk seorang paranormal, si bungsu diminta untuk memugar kembali dan merawat makam ayahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berapa biaya yang diberikan keluarga, Rakidi mengaku tidak tahu. Transfer dilakukan keluarga ke rekening Ketua RT. Saat detikcom berupaya menemui ketua RT setempat, yang bersangkutan sedang tidak berada di rumah.
"Tapi sepertinya dana yang diberikan juga tidak banyak. Yang jelas pembangunan kembali makam ini kami lakukan dengan beberapa warga saja selama empat hari. Masing-masing dibayar Rp 30 ribu per harinya," kata Rakidi.
Masih menurut Rakidi, pada tanggal 15 Nopember mendatang keluarga Amir dari Medan dan Jakarta akan datang ke Ngaliyan. Kedatangan itu selain untuk berziarah juga untuk menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan warga dalam pembangunan kembali makam Amir.
"Kami dengar tanggal 15 Nopember nanti ada keluarga yang akan datang kemari. Jam berapa tepatnya nanti, saya juga tidak tahu. Mungkin Pak RT lebih tahu, tapi saat ini beliau sedang bepergian," ujar Rakidi. (mbr/djo)










































