"Itu jelas bukan institusi. Itu si bego dan si nakal," kata Komandan Korp Marinir Mayjen Djunaidi Djahri di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (4/11/2008).
Karena berkelahi, kedua oknum dari satuan elit TNI AL dan oknum pasukan elit TNI AD itu pun diperiksa. Keduanya pun akan diberi sanksi.
"Sanksinya tergantung hasil pemeriksaan," tandasnya.
Djunaidi mengaku tidak mengetahui apakah kedua oknum TNI itu mabuk atau tidak saat berkelahi. Sementara soal pistol, dia mengatakan, saat bertugas, anggota TNI memang dibekali senjata api.
"Dalam tugas kan memang dibenarkan," ujarnya. (ken/iy)











































