Hasil Sementara, McCain Menang Telak di Kentucky

Hasil Sementara, McCain Menang Telak di Kentucky

- detikNews
Rabu, 05 Nov 2008 07:24 WIB
Hasil Sementara, McCain Menang Telak di Kentucky
Jakarta - Pemilihan presiden (pilpres) Amerika Serikat (AS) baru saja ditutup. Namun spekulasi mengenai siapa yang akan menduduki kursi pesiden AS tetap saja tinggi. Selang sepuluh menit setelah pemungutan dinyatakan usai di beberapa negara bagian, quick count langsung bermunculan.

Berdasarkan data dari CNN, Rabu (5/11/2008) hasil suara yang masuk, kandidat John McCain dipastikan unggul di negara bagian Kentucky
dengan selisih suara yang cukup mencolok, 68 persen berbanding 31 persen.

Hal tersebut tidaklah mengejutkan mengingat McCain sudah diprediksikan unggul di negara bagian ini. Sementara itu, di Indiana perolehan suara keduanya berimbang, bahkan saling menyusul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, segala sesuatu masih dapat berubah mengingat jumlah suara yang masuk masih sangat sedikit dan terlalu prematur menegaskan kemenangan atau kekalahan.

Negara bagian lain yang telah menutup pemilihan adalah Georgia, Virginia, dan South Carolina. Diperkirakan perhitungan suara dari ketiga negara bagian
tersebut akan segera masuk. Negara bagian Virginia diperkirakan akan sangat
mempengaruhi hasil pilpres AS.

Hal ini disadari betul baik oleh kubu Republik maupun Demokrat. Oleh karena itu fokus pengamat dan pemilih secara umum segera dialihkan untuk menunggu perolehan suara di negara bagian di negara bagian ini.

Sementara itu, setelah pemilihan presiden digelar polling terhadap keputusan
pemilih segera dilangsungkan. berdasarkan polling yang dilakukan sejumlah media di AS, sebagian besar warga AS lebih memilih Barack Obama dibanding John McCain. Hal ini tidak banyak berubah dari serangkaian jajak pendapat adn polling yang sebelumnya telah digelar.

Lantas apa isu yang paling mempengaruhi pemilih? Menurut data dari CNN, isu
ekonomilah yang paling berpengaruh bagi para pemilih (62 persen) dan Perang Irak (10 persen), diikuti terorisme (9 persen) dan pelayanan kesehatan (9 persen). (alf/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads