Tahu Diri, Bush Jaga Jarak Dengan McCain

Tahu Diri, Bush Jaga Jarak Dengan McCain

- detikNews
Rabu, 05 Nov 2008 04:14 WIB
Tahu Diri, Bush Jaga Jarak Dengan McCain
Jakarta -
Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush yang akan segera lengser akan terus mengamati jalannya pemilihan presiden (pilpres). Lantas, kemana Bush selama ini?

Pihak Gedung Putih menjelaskan bahwa Bush memang sengaja tidak menampilkan diri di depan publik. Mantan Gubernur Texas itu akan tetap low profile dengan tidak berencana untuk berbicara atau muncul di muka publik, lebih-lebih untuk berkampanye mendukung Senator John McCain.

Menurut keterangan dari kantor kepresidenan AS, Bush beserta istrinya Laura akan menantikan hasil dari pilpres AS dari puri kepresidenan. Begitu teka-teki mengenai siapa presiden AS ke 44 terjawab, barulah Gedung Putih akan memberikan tanggapan resmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Bush secara terang-terangan mendukung kandidat Republik John McCain dalam sebuah acara Gedung Putih yang mendapat liputan luas dari media massa. McCain kemudian memilih untuk "menjauh" dari Bush, mengingat popularitas Bush yang begitu rendah di kalangan masyarakat AS.

Menurut news.com.au, belakangan ini Gerorge W Bush memang jarang muncul di depan publik. Hanya sekali dua kali Bush terlihat keluar dari ruang oval memasuki helikopternya menuju tempat peristirahatannya di Camp David.

Juru bicara Gedung Putih Dana Perino berdalih bahwa Bush sibuk mengatasi krisis ekonomi, perang di Georgia, dan hujan badai yang belakangan melanda sejumlah kawasan di Amerika. Secara tidak langsung Perino juga mengiyakan pendapat bahwa Bush merupakan beban McCain dalam kampanyenya. Publik diminta tidak mencampuradukkan antara Bush dan McCain.

"Partai Republik ingin agar kampanye ini menyangkut McCain, itulah yang seharusnya (dilakukan)," jelas Perino.

"Presiden Bush sadar betul bahwa pilpres kali ini bukanlah tentang dirinya. Meski demikian Presiden berharap agar John McCain memenangkan pilpres kali ini," tambahnya.

Pihak Gedung Putih membela kebijakan Bush yang kerap tidak populis sebagai suatu keputusan sulit yang harus diambil oleh setiap pemimpin.

"Presiden kita benar-benar menghadapi isu-isu penting, dan ia telah diuji melalui berbagai macam cara. Dan ketika Anda melakukan hal yang besar Anad harus membuat keputusan yang sulit," bela Perino.
(alf/ndr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads